TAHUKAH ANDA?

Beberapa sebab risiko kerusakan beton & mitigasinya

  1. Beton mutu tinggi, tanpa treatment terhadap panas hidrasi beton, berpotensi mengalami thermal crack.
  2. Marine concrete, tanpa treatment beton kedap air, berpotensi mengalami korosi & spalling (terkelupas).

→ Bioconc adalah solusi integral terhadap risiko tersebut.

Mitigasi thermal crack dengan reduksi kadar semen berbasis performa Bioconc. Performa Bioconc dengan produksi miselia berfungsi sebagai microfiller, yang meng-insersi sebagai pasta semen pengisi mikropori, atau mereduksi kadar semen, dengan target mutu beton yang tetap survive. Kadar semen dalam komposisi material beton adalah emitor CO₂ sekaligus komponen cost produksi terbesar. Nanotechnology yang mereduksi aplikasi semen dalam beton, Green Concrete Technology, memberikan performa dengan saving cost produksi beton dan reduksi emisi CO₂.

Panas hidrasi & retak termal

Semakin banyak semen, semakin tinggi panas hidrasi. Pada mass concreting, selisih suhu inti dan permukaan lebih dari 20°C memicu retak termal. Untuk itu dibutuhkan treatment Bioconc untuk reduksi semen, yang otomatis reduksi panas hidrasi, sehingga terhindar potensi retak thermal.

Retak susut & korosi tulangan

Bioconc mitigasi retak susut, sehingga terhindar dari potensi korosi tulangan beton. Tanpa tindakan mitigasi retak susut, maka akan terjadi potensi retak halus yang menjadi akses oksigen dan air untuk masuk beton hingga tulangan beton, menyebabkan korosi yang mengurangi durabilitas dan umur layan beton.

Bioconc Mereduksi Biaya Produksi Beton

Performa Bioconc mereduksi kadar semen dalam campuran beton, hingga 35%, yang berarti menghemat biaya konstruksi.

Bioconc Integral Watertight & Spalling

Bioconc_09 meningkatkan tingkat kedap air beton. Uji kedap air DIN EN 12390-8:2009-07 di Laboratorium Konstruksi UI menunjukkan penetrasi air 15,8 mm ≪ 25 mm, memenuhi syarat kedap air (brosur terlampir ↗).

PERFORMA MIKROBA BIOCONC

Miselia berkembang eksponensial mengisi mikropori beton

Salah satu mikroba Bioconc memproduksi miselia yang berkembang secara eksponensial hingga setting time, mengisi mikropori beton — yang memberikan 4 performa sebagai berikut.

Referensi — Bioconc-Based Green Concrete Quality Treatment ↗ Referensi — Optimum Concrete Compression Strength Using Bio-Enzyme (MATEC Web of Conferences, 2017): dosis optimal Bioconc 450–650 cc/m³ beton ↗
1
Reduksi kadar semen — berarti reduksi emisi CO₂ produksi beton, kontribusi jejak karbon positif.
2
Reduksi kadar semen = reduksi cost produksi beton.
3
Reduksi kadar semen = reduksi panas hidrasi beton.
4
Reduksi panas hidrasi = mitigasi retak termal, meningkatkan durability produk beton.
SOLUSINYA

Bioconc hadir dengan tiga varian produk

Bioconc meningkatkan kualitas beton dengan memperbaiki fraksi jobmix beton, di mana miselia Bioconc meng-"insersi" mikropori beton hingga mereduksi semen serta meningkatkan kedap air (concrete watertightness) beton.

Kinerja beberapa mikroba Bioconc menghasilkan performa tiga varian Bioconc: Bioconc_07, Bioconc_08 dan Bioconc_09.

Bioconc_07
Bioconc_07 — Microfiller
Reduksi semen, reduksi cost produksi beton dan reduksi panas hidrasi beton — mitigasi thermal crack
Bioconc_08
Bioconc_08 — Self Healer
Recovery retak beton — mikroba memproduksi urease, bereaksi dengan calcit membentuk CaCO₃
Bioconc_09
Bioconc_09 — Concrete Bio-Integral Watertightness
Meningkatkan kedap air beton, dengan performa Bioconc meng-insersi mikropori beton dalam proses Bio-Integral Watertightness, yang mencegah intrusi air / cairan korosif ke micropori beton, sehingga mencegah korosi besi beton, menjaga keawetan (durability) beton.
CARA BIOCONC BEKERJA

Mengisi celah antar agregat, sekaligus efisiensi penggunaan semen

Performa Bioconc dalam peningkatan kualitas beton menggunakan Presipitasi Karbonat yang Diinduksi Mikroba (MICP — Microbially Induced Carbonate Precipitation): teknik bio-mineralisasi ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas beton, mengatasi cacat struktural, dan memberikan sifat penyembuhan diri (self healing concrete).

Bioconc berfungsi untuk meningkatkan kuat tekan beton, mengurangi panas hidrasi sehingga menghasilkan Low Heat Concrete yang banyak digunakan pada pekerjaan pengecoran beton massa (mass concreting), serta menghasilkan sifat Self-Healing Concrete. Sifat self-healing ini penting untuk me-recovery retak susut (shrinkage crack) pada beton, sehingga dapat meningkatkan durabilitas dan umur layanan beton.

Kurva Riset Dosis Optimal Aplikasi Bioconc (Liter) / m3 Beton
Least quartic fit — compressive strength (MPa) vs bio enzyme (liter)
Grafik kuat tekan beton terhadap dosis Bioconc
Riset dosis optimal aplikasi Bioconc (Liter) / m3 Beton, dengan referensi jurnal sbb:
Optimum Concrete Compression Strength Using Bio-Enzyme — ResearchGate ↗
CARA KERJA

Inovasi Green Concrete Bioconc

Cairan hitam solid (SG 1,25 kg/m³, pH 8,6) berisi organik alami, protein denaturasi, biopolymer surfactant dan mineral organik. Dosis optimal 500–600 cc per m³ beton.

1
Mycelia mengisi mikropori
2
Mikroba tidur (dormant) saat beton setting
Supply O₂ terblock sejak beton setting dan seterusnya, hingga saat terjadi retak mekanisme self healing berlangsung (No. 3).
3
Saat retak, mikroba aktif memproduksi urease
Urease + calcit di retakan membentuk CaCO₃ — recovery retak beton permanen, diformulasikan: (NH₂)₂CO + H₂O → CO₃²⁻ → CaCO₃.
Hasil SEM concrete biasa
Hasil SEM concrete biasa
Hasil SEM concrete dengan Bioconc Admixture
Hasil SEM concrete dengan Bioconc Admixture
Empat tahap self healing
Dormancy → Aktivasi → Reaksi enzim → Regenerasi

Lihat dampaknya pada jobmix Anda

Simulasikan reduksi semen, komposisi baru, dan penghematan biaya produksi untuk mutu beton yang Anda pakai.

Buka simulasi jobmix Baca riset & data uji