Beberapa sebab risiko kerusakan beton & mitigasinya
- Beton mutu tinggi, tanpa treatment terhadap panas hidrasi beton, berpotensi mengalami thermal crack.
- Marine concrete, tanpa treatment beton kedap air, berpotensi mengalami korosi & spalling (terkelupas).
→ Bioconc adalah solusi integral terhadap risiko tersebut.
Mitigasi thermal crack dengan reduksi kadar semen berbasis performa Bioconc. Performa Bioconc dengan produksi miselia berfungsi sebagai microfiller, yang meng-insersi sebagai pasta semen pengisi mikropori, atau mereduksi kadar semen, dengan target mutu beton yang tetap survive. Kadar semen dalam komposisi material beton adalah emitor CO₂ sekaligus komponen cost produksi terbesar. Nanotechnology yang mereduksi aplikasi semen dalam beton, Green Concrete Technology, memberikan performa dengan saving cost produksi beton dan reduksi emisi CO₂.
Semakin banyak semen, semakin tinggi panas hidrasi. Pada mass concreting, selisih suhu inti dan permukaan lebih dari 20°C memicu retak termal. Untuk itu dibutuhkan treatment Bioconc untuk reduksi semen, yang otomatis reduksi panas hidrasi, sehingga terhindar potensi retak thermal.
Bioconc mitigasi retak susut, sehingga terhindar dari potensi korosi tulangan beton. Tanpa tindakan mitigasi retak susut, maka akan terjadi potensi retak halus yang menjadi akses oksigen dan air untuk masuk beton hingga tulangan beton, menyebabkan korosi yang mengurangi durabilitas dan umur layan beton.
Performa Bioconc mereduksi kadar semen dalam campuran beton, hingga 35%, yang berarti menghemat biaya konstruksi.
Bioconc_09 meningkatkan tingkat kedap air beton. Uji kedap air DIN EN 12390-8:2009-07 di Laboratorium Konstruksi UI menunjukkan penetrasi air 15,8 mm ≪ 25 mm, memenuhi syarat kedap air (brosur terlampir ↗).
Miselia berkembang eksponensial mengisi mikropori beton
Salah satu mikroba Bioconc memproduksi miselia yang berkembang secara eksponensial hingga setting time, mengisi mikropori beton — yang memberikan 4 performa sebagai berikut.
Referensi — Bioconc-Based Green Concrete Quality Treatment ↗ Referensi — Optimum Concrete Compression Strength Using Bio-Enzyme (MATEC Web of Conferences, 2017): dosis optimal Bioconc 450–650 cc/m³ beton ↗Bioconc hadir dengan tiga varian produk
Bioconc meningkatkan kualitas beton dengan memperbaiki fraksi jobmix beton, di mana miselia Bioconc meng-"insersi" mikropori beton hingga mereduksi semen serta meningkatkan kedap air (concrete watertightness) beton.
Kinerja beberapa mikroba Bioconc menghasilkan performa tiga varian Bioconc: Bioconc_07, Bioconc_08 dan Bioconc_09.



Mengisi celah antar agregat, sekaligus efisiensi penggunaan semen
Performa Bioconc dalam peningkatan kualitas beton menggunakan Presipitasi Karbonat yang Diinduksi Mikroba (MICP — Microbially Induced Carbonate Precipitation): teknik bio-mineralisasi ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas beton, mengatasi cacat struktural, dan memberikan sifat penyembuhan diri (self healing concrete).
Bioconc berfungsi untuk meningkatkan kuat tekan beton, mengurangi panas hidrasi sehingga menghasilkan Low Heat Concrete yang banyak digunakan pada pekerjaan pengecoran beton massa (mass concreting), serta menghasilkan sifat Self-Healing Concrete. Sifat self-healing ini penting untuk me-recovery retak susut (shrinkage crack) pada beton, sehingga dapat meningkatkan durabilitas dan umur layanan beton.
Optimum Concrete Compression Strength Using Bio-Enzyme — ResearchGate ↗
Inovasi Green Concrete Bioconc
Cairan hitam solid (SG 1,25 kg/m³, pH 8,6) berisi organik alami, protein denaturasi, biopolymer surfactant dan mineral organik. Dosis optimal 500–600 cc per m³ beton.
Lihat dampaknya pada jobmix Anda
Simulasikan reduksi semen, komposisi baru, dan penghematan biaya produksi untuk mutu beton yang Anda pakai.


